Intro : Loner macam aku

Langit tak ada bintang malam ni . Aku perasan . Aku dapat rasa . Rasa sedalamnya --

Hujan menangis bersama aku
Jalan pulang . Pulang dari satu pementasan . Paparan . Tempat di mana manusia berkumpul .
Keluarga . Kawan . Pasangan . Dan loner macam aku . Di situ aku cuba . Berhibur . Tak , tak .
Barangkali mengisi masa , dari terus bersedih . Aku masih janggal di situ . Kiri , kanan ; dikelilingi orang asing. Mereka tidak asing sesama mereka . Kerna mereka bukan seperti aku. Seorangan.

Luluh . Kecai-kecai rasa , rasa macam tertiup . Rintik-rintik hujan yg nakal ; hinggap di wajah . Ibarat batuan yg dirempuh ombak . Macam tu hati aku masa tu . Mana ada manusia tahu . Ya Tuhan , kau saksiku . Kau yg tahu , masa tu ; aku betul menangis . Berat aku nak terus melangkah . Aku menangis , bersama hujan . Hujan telah selamatkan aku . Kaburkan pandangan manusia lain . Mereka tidak tahu . Aku larang malaikat memayungi aku . Biarkan . Beri aku nikmat , beri aku kelegaan . Aku masih memikir . Sebak yg terlanjur tak bersahutan . Ya Tuhan , beratnya aku nak teruskan perjalanan hidupku ini Tuhan .

Dan berkeliaran - masih ada manusia di sekitar ; rakus dan liar ; berebutan pahala material ; mungkin .
Tapi aku masih loner .

| Andika

Comments

Popular Posts