Friday, 31 August 2012

Aku memberi ; engkau menerima dengan sedikit leta


Dalam hidup ni , kita harus memberi dan menerima . Malah , jika engkau menerima haruslah menghargai seeloknya . Kerna kalau engkau tidak mampu memberi . Hargailah , dan lebih elok kau belajar pula cara memberi . Memberi dan menerima memang perlu ; tolong hidupkan prinsip ini dalam diri engkau sendiri . Seperkara lagi , aku masih tidak faham kenapa sesetengah orang tidak boleh melupakan dendam . Walhal , telah lama berlalu dan proses diri engkau sendiri telah bernyawa semula . Kadang kita ego . Aku faham . Cuba cari hikmahnya . Ramai manusia reti menginterpretasikan istilah-istilah ; mungkin menjadi pegangan hidup sendiri . Cuba ditonjolkan pada mata lain , tapi jiwa engkau sendiri masih malap . Gelap tanpa sebutir ikhlas . Nanti , aku juga tidak sempurna . Kadang leka , terabai ; lewa dengan magis-magis duniawi . Aku percaya cinta . Bukan cinta berlainan gender semata . Haiwan , tumbuhan dan juga sifat-sifat karma . Kerana itu istilah aku ; percaya pada Qada' dan Qadar . 


| Andika

Monolog : Siapa lagi/aku

Siapa lagi yg percaya ?
siapa lagi yg tahu semua .

Adakah aku hanya , hanya dinding yg diconteng anak kecil tentang impian ; masa depannya . Bukan sekadar imaginasi . Tapi anak dewasa ; dinding adalah ruang emosinya .

Aku lebih mengenali kau . Aku lebih tahu rahsia kau . Bukan aku memeras dalam tulisan rapuhku . Aku cuma mahu kau sedar . Tapi tidak , ia mimpi mustahil . Satu masa nanti dinding itu akan roboh , hasil tulisan-tulisan tercemar . Lama dia bertahan . 

Wahai sang primadunia .
masihkah ada lagi imaginasimu
dulu waktu kecilmu
masihkah ada impian

Dan manusia jadian di luar ; sana
apa aku di mata kalian
adakah seperti kalian

Pastinya mereka anggap aku biasa ; mungkin terlalu biasa .
Sekali sekala ada gelak sinis dari mereka .
Mereka anggap aku tiada .
Mereka tidak tahu ; kalian semua
Apa jenis pengorbanan aku .
Apa jenis mati aku .

Aku masih juga berdiri .
kerna aku bakalan runtuh .
dan debu-debu yg terderu .
mahukah kau kutip , buat cium kenangan kita ?
tidak kan ?

Kerna mati aku telah sampai
cuma sesuatu
andai kata , Tuhan itu tetapkan .

Siapa lagi dibelakangmu ? Siapa ada untukmu ?
Aku sudah mati ketika itu .
menjawab dosa ; sebat oleh Malaikat .


| Andika



Pemerhati

Lihat mereka - bahagia , ketawa dan manja .
Ada sedikit gurau nakal .
Marah lama dilupakan .

Kenapa tak pandang aku ?

Aku lama memerhati kau dari bulan .

| Andika

Wednesday, 29 August 2012

Puisi : Bintang & Persahabatan

kau tahu.
seiring aku jengah jendela.
lama aku menanya.
suram malamku
gelap langitku


kenapa ada bintang.
sepertimu.


kerlipan yg ada
menyelusup diari hari-hariku.
mencipta tulisan indah
bersama


kita jauh.
kadang tak nampak.
tapi saling meluah.
sehingga waktu menjawab.




persahabatan.
aku kira.
bagai malam dengan bintangnya.


kelibatmu.
bukan bintang biasa.

Monday, 27 August 2012

Diari : Loner Macam Aku 2

Sebenarnya apa aku tulis ni , adalah senario yg berlaku pada diri aku sendiri . Kenapa aku rasa hidup aku terbuang dari masyarakat . Ya , barangkali kita sendiri memilih jalan macamni ; tapi apa guna bersosialis dengan komuniti tipikal , berpentingan diri dan tak boleh terima pemikiran orang-lain. Dan aku akui , ada yg hidup berpenyesalan , jadi dia pilih cara macamni . Aku pilih tajuk #LonerMacamAku sebab aku suka . Ini adalah gaya hidup tidak sihat .


- Walaupun aku seorang loner yg tidak terkesah-kan , aku juga takut persepsi orang luar . 

- Segan . Aku segan menumpang kebahagiaan orang lain je semata. Konon atas dasar kawan . tapi itukan alasan
- Orang macam aku , normali hebat sembunyikan perasaan . Depan mereka , senyumlah walhal aku dah dying gila dlm hati. Pernah rasa ? 
-Pada mata seorang kawan pun , aku adalah orang yg tidak diiktiraf peranannya.
-Aku adalah orang yg kuat makan ; banyak makan hati . Selalu terasa dengan percakapan oranglain. Mereka kurang peduli org yg tidak penting .
- Bila aku berjalan , dimana pun ; kenderaan kiri kanan memang aku ibaratkan tumbuhan/lanskap di tepi jalan
- Rokok adalah makanan ruji seorang loner . Walau aku tak merokok , tapi sebenar aku teringin .
- Cahaya dari skrin henpon , adalah sebuah keajaiban pada sesetengah loner . Ada yg langsung tak hirau dah.
- Sebenarnya loner adalah seorang pengharap , tapi kerana terlalu setia ; dia mati bersama impiannya . Kesian kan ?
- Macam Ezam Azhar cakap , "..Loner macam aku memang orang pandang pelik. Loner macam aku siapalah mahu dekat.."
- Persepsi orang keliling memang tak boleh halau . Diorang ingat aku gay .
- Orang selalu cakap , bahagia ada dalam diri . Mungkin aku belum jumpa
- Percaya tak , loner macam aku adalah penyimpan rahsia kebanyakan orangluar . Walaupun aku adalah loner.
- Sampai sekarangpun , aku seorang dekat rumah . Kawan-kawan keluar dengan kebahagian mereka.
- Tengok wayang seorang adalah biasa . jangan lah pelik sangat. Aku dah selalu
- Biasanya , loner adalah penghidap migrain . 
- Kehidupan sebagai seorang loner memang tak diperasan . Kawan-kawan ingat kita ada kehidupan gembira . Ceh ada kawan ke ?
- Tak pernah ada 'kawanbaik' yg kekal . 
- Percaya penulisan adalah acara terbaik buat loner macam aku
- Bukan tak mahu bercampur , tapi terlalu banyak khianat dalam masyarakat .
- Aku sentiasa harap dunia akan berubah . Hilang prejudis terhadap orang macam aku
- Loner macam aku , memang ada prinsip . Itu je harta paling mahal yg ada dekat diri .
- Berjalan dengan tempat-tempat spt pasar malam , buat aku pening . Aku tak suka keramaian.
- Orang taktahu cara hidup aku , pemikiran aku ; sebab tu aku selalu diperlekehkan
- Bila keluar dengan kawan-kawan , itu adalah gelak tawa semata ; bukan kebahagiaan .
- Aku mungkin adalah pendosa buat korang semua

Aku yang pilih , sebab ini je pilihan yg ada - Andika

Saturday, 25 August 2012

Diari : Loner Macam Aku 1

#Aku ; tetap dengan keakuan . Kau patut tahu
#Seorang . sunyi . lapar . tidur ; satu jenis kehidupan
#Mengalah dan kalah
#Aku pernah lari . Aku pernah berdepan dan aku kalah
#Dalam sandiwara tri-karakter , pentas lakunan itu bukan juara untuk aku . Aku watak sampingan yg diberi kuasa ditengah duanya .
#Aku seorang lelaki yakni manusia tulen . Dan aku menangis ; itu normali aku .
#Seorang yg tidak terkisah oleh mana-mana pihak pun . 
#Mungkin aku adalah pendengar bagi kau , tapi diluar kita bukanlah kawan
#Masyarakat memandang aku janggal . hari perhari . kenapa ?
#Tak macam oranglain , aku ni pejalan kaki . Memangpun takde orang nak lepak
#Malam-malam , aku betul rasa duduk seorang diri dekat bumi ni . Betul !
#Kalau dekat shopping kompleks , aku akan jeles tengok kapel berduaan. Biarpun makwe dia tak lawa. Hm
#Orang cerita masalah hubungan , aku akan buat-2 jadi pendengar . Bersyukurlah aku masih dibawah perhatian orang. Biarpun apa aku telan lagi kelat.
#Hampir setiap malam , aku menangis diam-diam . tapi takde orang pun tahu
#Paling suka pendam apapun masalah . Aku rasa mereka tak berhak tahu kesusahan aku
#Kawan ; semakin jauh kerana aku hidup memencil. Dah cakap kan tadi
#Kehidupan , aku tak rasa yg lain membantu . Ini naluri peribadi kecewa semata okay
#Milo ais , buat aku tenang . 

seterusnya...

| Andika

Sunday, 19 August 2012

Puisi : Lesa

Manusia.
adakah aku masih diralit
dengan lengung berpijar

Kau menyoal
"..Mengapa kau mati-kan hidupmu"

Aku lesa , manusia .
menyenta takdir bukan jalanku
bukan aku

Penjara . pasung-kan . asing

Aku pilih mati begini

| Andika

Saturday, 18 August 2012

Cuba berdiri seperti kamu

 "sehari-hari tanpa noktah
lumrah
habis dikecam

senja semakin rebah
lemah
jerih melayang
malam gempita

harakiannya
aku lebih tenang
biar terhayang
sepi

itu yg aku sendiri
cari utk
kekal berdiri 

 ***     

Thursday, 16 August 2012

Pengemis kumis

Patung CJ7 berkepala besar tu jadi bantal iringnya . Lembut dari lensa tepi . Mata yg diredupkan , aku tahu ;  keletihan . Nafas-nafas dari lelah harinya , sedikit membunyi . Kecil bibirnya , mengukir senyuman yg entah palsu atau tidak . Dia yg tahu . Tangan yg membiar-separuh menggenggam . Aku tahu impianmu . Kau sentiasa ingin dipimpin oleh sayangmu (bukan aku) , gebor yg lembut membalut sejuk tubuhmu . Adalah perlindungan yg kau ibaratkan sayap ; sayap yg pernah memberi kau cinta . Aku di sini , bertaipan menulis mimpimu dari sini . Aku membacanya . Aku tahu bukan aku di layar lenamu. Bukan di dimensi yg kau impikan ketika tadi . Aku renung lama , kau tahu itu . Kau tahu aku adalah pengemis yg bakal mati . 

| Andika

Wednesday, 15 August 2012

Cuma September

Hari jadinya tahun lepas .
Aku tak punya apa masa tu .
Aku tak berduit . Aku terlalu sesak .
Aku cuma sayang dia .

Aku cuma tahu.
Aku cuma beri dia sesuatu ; yg aku mampu

Aku hidangkan
nasi dan telor goreng
hanya masakkan sesuatu seperti ini , sayang .

Selamat Ulangtahun Kelahiran.
Moga awak bahagia tahun ini.

9/10 | Andika

Intro : Loner macam aku

Langit tak ada bintang malam ni . Aku perasan . Aku dapat rasa . Rasa sedalamnya --

Hujan menangis bersama aku
Jalan pulang . Pulang dari satu pementasan . Paparan . Tempat di mana manusia berkumpul .
Keluarga . Kawan . Pasangan . Dan loner macam aku . Di situ aku cuba . Berhibur . Tak , tak .
Barangkali mengisi masa , dari terus bersedih . Aku masih janggal di situ . Kiri , kanan ; dikelilingi orang asing. Mereka tidak asing sesama mereka . Kerna mereka bukan seperti aku. Seorangan.

Luluh . Kecai-kecai rasa , rasa macam tertiup . Rintik-rintik hujan yg nakal ; hinggap di wajah . Ibarat batuan yg dirempuh ombak . Macam tu hati aku masa tu . Mana ada manusia tahu . Ya Tuhan , kau saksiku . Kau yg tahu , masa tu ; aku betul menangis . Berat aku nak terus melangkah . Aku menangis , bersama hujan . Hujan telah selamatkan aku . Kaburkan pandangan manusia lain . Mereka tidak tahu . Aku larang malaikat memayungi aku . Biarkan . Beri aku nikmat , beri aku kelegaan . Aku masih memikir . Sebak yg terlanjur tak bersahutan . Ya Tuhan , beratnya aku nak teruskan perjalanan hidupku ini Tuhan .

Dan berkeliaran - masih ada manusia di sekitar ; rakus dan liar ; berebutan pahala material ; mungkin .
Tapi aku masih loner .

| Andika

Sunday, 12 August 2012

Nota Terakhir

Gara-gara
Si boipren kantoi keluar erat bersama awek lain. 
Seorang gadis nekad terjun dari tingkat 11 pangsapuri.
Sebelum terjun.
Gadis itu sempat menulis nota.
Meluahkan perasaan kecewanya.

Selamat tinggal hubby, sayang jeles.
p/s Si boipren lega sebab dah single kembali. Alhamdulillah

| Didi.Andra

Penggoda Bisu

Dalam bas.
Amoi ni duk sebelah aku.
Yes!
Tapi dalam diam diam.
Amoi ni cuba goda aku.
Kaki putihnya sengaja menyentuh kaki aku.
Meremang juga bulu roma aku.
Dup dap dup dap jantung berdegup.
Kejap tertutup, kejap terkangkang.
Aku dah hairan.
Goodbye amoi comel.
Aku terpaksa undur diri.
Kau sangat menggodakan.
Tapi aku belum bersedia jadi mainan ranjang.
Kini kau di sini.
Jadi taipan aku.
Buah mulut orang.

p/s Nasib baik dalam bas, kalau tak..


| Didi.Andra

Saturday, 11 August 2012

Dialog Halusinasi Peri


Lagi jawapan mati yg aku dapat , sungguh menembak di tengah-tengahnya , perihnya mengancam . Aku menitis lagi. Seraya aku kalahkan badan lemah ini ke kamar , mendepakan dua tangan .

Pari-pari : Kenapa kau depakan tangan kau ? Eh kau nangis ye ?

Aku : kenapa kau nak tahu ?

Pari-pari : aku tahu ape kau rasa , ape yg memanah sampai kau mcmni

Aku : kau tu halusinasi aku je , tak perlu nak sebok-sebok

Pari-pari : kenapa kau kejar lagi bayang-bayang tu , kau tewas lagi

Aku :  kenapa kau tiba-tiba ada ni ? selalu tak pernah pun kau datang

Pari-pari : Buku tu , setiap tulisan kau . ape kau tulis kat situ , sbnarnye telepati dgn aku .

Aku : Macam pelik jer , kau cakap buku bertali aku ni ? Ngarutlah kau ni .

Pari-pari : Takde ape nak pelik . Kau slalu mengharap ade orang mendengar kau kan .

Aku : Rasenye kau takkan paham ape aku rase , hari-hari aku rase kalah weh .

Pari-pari : Jadi apesal kau depakan kedua belah tangan kau

Aku : aku bayangkan dia peluk aku , dan lupekan kekasih dia

Pari-pari : kau jahat . apesal kau ni ?

Aku : kadang pikiran kite terdesak peri . apepun aku harap dia bahagia . Maaf . aku emosi tadi.

Pari-pari : Kau dah lame mengaku silap kau kan

Aku : Tapi kesilapan tak boleh tebus keadaan seperti skrg . Pilihan aku skrg , adalah pilihan yg ditentukan dia. Aku bukan sape-sape lagi da . Ibaratnye aku sorang pengemis , mengengsot meminta sebulat syiling . Arghh aku tak daya , setiap malam aku pikirkan . aku ni macam betul-betul pengemis kan.

Pari-pari : Setiap malam , bintang-bintang sentiasa berdoa mereka dpt tontonkan diri mereka di layar angkasa . Kau pilihlah satu . Kau tiupkan spora halus jiwa kau , dan aku akan datang . Aku perlu pergi .

Aku : sape name kau ?

Pari-pari : aku Olivia ( lenyap bila aku pejam mata)

Aku : Jumpe lagi

Dan aku terus tertimbus , hidup-hidup .

Wednesday, 8 August 2012

Meleret

Macam malam biasa , aku tak ke mana-mana. Aku lebih suka duduk memerap dekat rumah . Dari lepas buka tadi aku online sekejap dan aku puas. Borak-borak dengan membe tapi tak ramai. Tak macam zaman Myspace dulu. Hehe. Terkenang. Kalau dulu asyik nak browse kawan baru dan meleret dengan berbalas komen. Lagi-lagi gender perempuan kan. Sekarang dah malas , tak perlu dah semua tu. Hidup perlu berdepan realiti , realiti-sosialis. Umur pun dah 21tahun, berpendidikan. Tak perlu lagi kot perangai macam tu lagi. Kemudian, aku - Baring dan gegulingan , aktiviti paling best lepas mata dah penat.

Henpon aku kurang menyanyi hari ni. Senyap yg bukan merajuk. Biarlah - dah takde orang nak mesej. Adapun petang tadi aku SMS kejap dan tiba-2 petang tu Sha call aku. Terkejut jugalah. Lama juga aku tak borak dengan dia . Itupun sekejap pasal henpon aku pulak problem. Paiseh aku. Tak sempat tanya khabar ke apa. Then sambung dekat mesej jela. Tunggu juga mesej dari Pyka, tapi aku tak boleh harap sangat . Aku bukan ada apa-apa dengan dia pun. Aku bukannya kaki perempuan. Tapi mereka aku punya kawan perempuan.  Aku tak boleh lebih-lebih. Usia aku ni, aku rasa aku perlu lebih matang .

Aku kena tahu , mereka sekadar kawan. Diorang tempat kita untuk curah apa bagai. Maksud aku orang seperti aku lah. Jgn salah faham. Mereka , tak semestinya memerlukan kita. Tak semestinya masa diorang nak dihabiskan untuk kita. Mereka ada kehidupan sendiri. Ada kitab sendiri , perlu corak warna kertas mereka sendiri. Aku tak perlu terlalu bergantung pada diorang. Berharap nanti takut aku mati. Aku ni je bermasalah. Bila dah rapat, aku harap diorang boleh teman aku . Aku selalu macamtu. Kart pun sibuk hari ni , beberapa masa terkebelakang dia agak sibuk . Memang aku tak boleh buat apalah. Lagipun kawan je, memang itulah batasannya. Kenapa aku perlu juga kawan perempuan sbg teman ? Mereka lain. Interaksi dan jawapan mereka agak berbeza dari membe laki. Takkan aku nak bincang hal macamni dengan membe laki. Langsuir lah diorang aku kena gelak. Then takkan aku perlu jadi lelaki semata. Berkawan, berborak dengan lelaki. Apa jenis sundal life aku macamtu. Aku normal okay .

1.09am  | Andika

Tuesday, 7 August 2012

Atas katil


Atas katilnya macam langit. Bebas dan luas
Atas katilnya, terselit kisah pari-parinya 
Atas katil itu juga , dia tampal senyuman sebelum tidur  
Rangkul kuat rasa itu sebelum pejam 

Menganggap seperti tidakkan aku lagi . Apa yg ada di katil , itu adalah impian kau . Aku tak berhak kacau .

| Andika

Diam


Kita pernah bermula.
Pernah menyudahkan tamat.
Meraba jiwa picis – tak mungkin dapat
Tergantung.

“tidak , tidak – kau sudah diberitahu..”
Telan hakikat tak semudah sumbat panadol ke tekak. Minta ampun tak senang , macam mintak sedekah
Naif berlantai kebodohan telah buat aku sesal. Sesempurna matahari memerik pun aku rasa macam
malam. Gelap tanpa harapan. Harapan yg telah dihentakkan hakikat. Buntu dan membatu.
Mati nanti mohon Malaikat bikin syurga utk kita .

Sunday, 5 August 2012

Anura


"Esok jangan lupa tau bawa buku yang aku nak pinjam tu"
"Okay cun!  tapi nanti kau remind aku balik"
"Okay2"

*pause

Aku terus sambung online fesbuk menggunakan mobil blackberry. Mitos sekarang ni kalau lelaki pakai blackberry memang hotstuff habis. Serius aku cakap awek2 yang dulu tak lepak sekali, terus tergerak hati kol hari2 semata mata nak ajak lepak. Ada yang siap request lagi nak suruh belanja makan mekdi tanpa sebab. Tabiat apa ni sial?. Ingat aku kaya sangat ke?

*pause

Petang tu aku lepak di kedai mamak berhampiran Dewan Bahasa & Pustaka. Ditemani bege daging keju dan air coke, aku membaca senaskhah buku yang aku baru beli dari pasaran kelmarin. Sebenarnya buku tu dag lama dijual di pasaran tapi aku yang lambat beli. Sempat lagi aku berlagak poyo dengan kawan2 fesbuk aku yang belum ada buku ni.

Sedang riaknya aku membaca buku tadi, tiba2 PING! terbunyi dari mobil aku. Lantas tangan mencapai lalu menekan butang pad buka kenkunci. Terlihat disitu beberapa orang pengguna fesbuk meninggalkan komen mereka pada gambar buku yang aku muat naik sebentar tadi. Oh maaf, aku terlupa nak bagitau yang aku sengaja muat naik gambar buku tu ke fesbuk. Maklumlah rasa riak dalam diri aku masih mebuak buak lagi apabila satu satunya buku kegilaan ramai ini berada dalam genggaman aku.

Nura, seorang gadis yang aku kenali turut  mengomen gambar itu. Dia mengulang balik kata2 yang terpapar pada awal muka surat buku itu. "Kau lonely mcm anjing aku tau?". Dan aku membalas komen dia dengan komen yang merapu ja. Aku fikir dia saja nak main2 dengan aku. Lepas tu sekali lagi dia blasa komen yang akhirnya memanggil  aku untuk meminjamkan buku ini kepadanya. Mudah bukan nak jumpa gadis? Ya, memang mudah!

*pause

Aku ada seorang kawan nama Anna. Kalau mengikut dari perkiraan nama, sudah tentu dia perempuan. Aku kenal Anna ni lama juga. Kalau tak silap aku sejak dia masih di tingkatan 3 lagi. Kalau silap pun apa aku kisah kan. Sekarang dia dah habis sekolah. Pernah aku menggelarkan dia sebagai pontianak sebab dia suka mekap muka dia tebal2. Aku pun tak paham kenapa. Kali terakhir aku terserempak dengan dia pada malam sambutan tahun baru di Bukit Bintang.


*bersambung



| Didi.Andra



Friday, 3 August 2012

Sebelum senja

Membatu tunggu senja . Entah sempat atau tak mahu. Malaikat bawa aku . Berlalu dari situ -

Bual 1

Didi : Makan tu penting ke ? "
         Makan dengan tidur mana lagi penting ? "
Aku : Tidur "
Didi : Makan sebenarnya tak penting
Aku : Sebab ?
Didi : Ibadah lagi penting
Aku : Sudahlah , kita pergi terawih pun 2malam je hari tu. Takde kesudahan klise kau ni .


| Andika

Minit Perkenalan


Lengang--
Sesekali si penunggang Cina mundar-mandir dengan motornya yg tak seberapa pelesit tu. Tak laju pun. Harap ekzos je satu kampung dengar. Kemain broom. Gegendang telinga aku boleh rosak. Sebab sakit hati.

Perhati-sekeliling--
Segerombolan gagak mula mencari rezeki. Sampah buangan makanan minuman yg dilemparkan manusia seperti aku, bertaburan selerakan. Bising. Bersahutan. Mungkin mereka mengucapkan syukur limpahan rezeki yg mereka dapat. Manusia memang suka buat kerosakan.
Aku. Duduk rendah dekat pembahagi bahu jalan. Bersebelahan dengan Kart. Kawan. Seorang kawan baru. Duduk membelakangkan laut. Aku dengar – buih ombak merempuh keras batuan yg saban hari kebas tertunggu di situ. Akhirnya buih itu akan hilang dan menjadi tak kenal antara buih .

Mulanya aku membeku juga. Menanti pagi sekejap lagi jelang. Tapi sikapnya yg ramah, bicaranya ada tempiasnya. Aku perhati diam-diam , gerak bibirnya mengungkap setiap bualan tu. Aku dengar dan melihat. Bukan sebab aku dah tangkap cintan ke apa. Tapi aku terasa diselimut dengan rasa kagumnya dengan kisah yg diceritakan. Bagaimana perjalanan seorang kawan baru aku. Begitulah. Pilihan yg ada dlm setiap kehidupan kita , adalah pilihan yg ditentukan. Pilihan yg terdorong dari sesuatu yg harus kita patuh. Pilihan yg aku rasa kita memang tiada pilihan. Sepanjang aku kenal dia , dia seorang happy-go-lucky. Kebudakan. Sampai satu masa aku dah malas layan penganjingan kejam beliau. Tapi tempoh 30minit lebih tu , tempo kematangan, corak pemikiran yg aku rasa aku belumpun alami. Aku suka dia.

Aku memang suka berkawan sekarang. Kelompok , tolong jangan prejudis.

6.32am-7.15am / 29 Julai | Andika

Terperangkap

Setelah bertahun-tahun aku sangka segala telah lenyap tersenyap. Tanpa sedar, kenangan itu memaksa jatuh jatuh di depan rindu mengadu ...